Feeds:
Posts
Comments

Archive for March, 2010

start! Final project..

Seberapa luas kehidupan programmer? Jawabannya adalah seluas layar LCD 14 Inchi. Ya, hari ini judul proyek akhir telah tergambar cukup jelas. Pembimbing telah bersedia untuk membimbing saya.
Semoga dalam 4 bulan kedepan saya diberikan kecerahan hati, kecemerlangan pikiran.
Bismillah, ya allah. Terimalah bentuk jihadku yang satu ini.
Final project, BEGIN!

Read Full Post »

setiap kali ku terbangun dan menatap langit – langit kamar yang sama
pada sarang laba – laba melambai diusap angin pagi, lembut sekali
maka di pojok hati ku yang paling sepi, dapat kurasakan romansa itu
masih berpendar seperti purnama dua setengah tahun yang lalu

ini aku, seorang perupa siang dan malam di tengah belantara raya
bermodalkan secawan tinta dan cinta, kan ku lukis rupa – rupa apa saja
rupa ilmu, di balik kertas – kertas penuh algoritma aku pun berbahasa pada logika
rupa asa, mata pisau yang diseret rotasi jiwa tak mau terhenti
rupa lelah, lelap yang disandingkan dengan gerimis semalam
rupa kau, pada ruang puisi – puisi  belum ku temukan diksi tentang kau
rupa aku, inilah seorang perupa rupa – rupa yang belum juga rupawan

kepada setiap jalan dan gang yang pernah terlewati di tempat ini, di kampus batas kota
telah terkenang romansa pada tiap debu dan kerikilnya, diguyur terik, disapu hujan
kumohon kau debu, jangan kau ucap tiap langkah yang berujung jalang
kumohon kau debu di jalan depan kantor – kantor pemerintahan
langkah para demonstran tersera – sera dan berserakan suara parau; teriak serak !
kumohon kau terbang bawa gema parau kami ke telinga hati mereka
kami yang mengaku kaum terdidik, belum benar – benar meresapi wajah tanah kami
tanah dengan plang bertuliskan, ”wajib belajar 9 tahun, setelah 9 tahun makruh.”
kampus kami pun bertempat di batas kota, tapi harganya tetap saja harga kota
maka kami utusan sepersekian persen dari bibit tanah kami belum meresapi wajah – wajah
wajah pertiwi maafkan kami, tangan kami biarkan khatulistiwa negeri menderita sendiri
dan kami masih memeluk diri sendiri

teruntuk almamater yang telah menjadi sebuah perbendaharaan baru bagi jiwa
aku, seorang perupa rupa – rupa yang belum juga rupawan
silih berganti ligustum sinense lour dan rosa galica mewangikan pelataran mu
mewangi subur jualah tanah ini
dari rahim dinding yang retak; pahlawan – pahlawan penyingkap malam berkepanjangan,
semoga terlahir

Pijar Kalam
Bandung, 1 Maret 2010

Read Full Post »