Feeds:
Posts
Comments

Archive for July, 2010

bohlam lima watt

di kelopak mata raya
bertengger bohlam lima watt
bukan untuk menepis malam
hanya sekedar hingar bingar pasar

bintang tiada terpejam
ternyata jadi bayang dibalik polusi cahaya
dicipta oleh segerombol bohlam
menantang purnama, menipu retina

ah, aku ingin gelap sekalian
bola lampu terlihat lebih terang karena lebih dekat
namun tiada lebih berharga
dari bintang itu
hanya bisa ku kecup dengan sayap nirwana

pijar kalam,

16 Juli 2010

Advertisements

Read Full Post »

mungkin hari ini bisa jadi pembelajaran yang berarti buat saya. bahwa ternyata apa yang kita inginkan, apa yang telah kita rancangkan tujuannya, yang telah kita tetapkan rutenya,  dan disiapkan pula perbekalannya dapat meleset sedemikian jauhnya dari hal yang telah menjadi target saya.

banyak yang bilang itu adalah faktor x, atau tangan tuhan, dan sebagainya. ya mungkin iya juga, karena apa yang terjadi di ruang raksasa bernama bumi ini sudah pasti atas kehendak-Nya. daun yang jatuh ke permukaan tanah juga bisa jatuh karena kehendak-Nya. angin berhembus, air mengalir, bintang bersinar, kucing mengeong (nah lho?) semua atas kehendak dan sepengetahuan-Nya…

dan sudah sepantasnya diri ini menelisik ke dalam, “apa yang sudah saya lakukan selama ini maksimal?”, “apakah ikhtiar saya sudah dilakukan dengan sepenuh hati?” dan di sebelah ruang hati yang lain terdengar suara, “jelas sekali belum, anda terkadang masih membuang-buang waktu untuk hal yang tidak berguna, untuk hal – hal yang tidak mendekatkan anda kepada tujuan yang telah anda tentukan atau malah semakin menjauhkannya.” dan terdengar lagi, “anda masih cepat menyerah, kurang bersabar, bahkan jarang sekali anda bertawakal..” dan suara-suara lain dari hati saya yang bersliweran dengan nada yang hampir sama.

alhasil instropeksi jadi keniscayaan, bahwa saya belum benar – benar menyempurnakan ikhtiar saya. saya jadi teringat sebuah kisah tentang seorang prajurit perang (saya lupa ini tentara darimana dan pas perang apa). saat itu sekelompok prajurit diberikan komando oleh komandannya, kurang lebih seperti ini komandonya “wahai prajurit2, berlarilah kalian mengelilingi lapangan ini! saya tidak tentukan waktunya, berlarilah semampu kalian, sekuat kalian! mengerti prajuriiiit???” lalu dijawab dengan serentak oleh semua prajurit, “siap, mengerti komandan!!” dan akhirnya prajurit prajurit tersebut berlari mengitari lapangan  dengan waktu yang tidak ditentukan

setelah beberapa lama, satu – persatu prajurit – prajurit mulai kelelahan. satu – persatu pula mereka menepi dan keluar. hingga akhirnya tinggalah seorang prajurit yang terus berlari dan berlari. prajurit tersebut masih terus berlari, prajurit-prajurit lainnya melihat dengan terkagum – kagum.. dan sang komandan pun tidak menampakan niat untuk memberhentikan sang prajurit tersebut.

setelah waktu yang cukup lama prajurit tersebut berlari, akhirnya ia terjatuh dan pingsan. dengan sigap Sang Komandan beserta prajurit lainnya menghampirinya. ditanyanya kepada sang prajurit saat tersadar, “hai prajurit, mengapa kamu tidak berhenti berlari saja kalau memang kamukelelahan?”, maka prajurit tersebut menjawab, “Demi Allah, selama Allah masih memberikanku tenaga untuk berlari maka aku akan terus berlari, dan tak akan pernah berhenti sampai benar-benar sempurna ikhtiarku dan Allah memberikan keputusan-Nya hingga aku pingsan…”

subhanallah, jika sudah ada azzam (baca:tekad) dihati seseorang kepada Sang Khalik maka tidak ada yang mampu membendungnya, tak akan ada yang mampu menahannya. dan jadi teringat
juga dari perkataan seorang guru yang sangat saya hormati, beliau berkata “jika sudah ada tekad di hati seseorang, maka niscaya tubuhnya tak akan mampu menopang energi jiwanya yang meluap-luap. tubuhnya akan selalu kelelahan mengikuti kemauan jiwanya yang tak pernah purna menggenapkan cintanya kepada Sang Khalik..”

dan saya harus terus dan terus belajar, banyak – banyak instropeksi..
selamat menyempurnakan ikhtiar, all 😀 😀 😀

bdg, 7 Juli 2010
pijar kalam

Read Full Post »