Feeds:
Posts
Comments

Archive for October, 2011

Dicangkir mata

menghirup secangkir kenangan tentangmu

selalu menjadi genangan dicangkir mataku

Advertisements

Read Full Post »

Read Full Post »

 

ucapanmu semalam
adalah gerbong-gerbong sunyi
mengangkut segala hati nyeri

kereta ini akan kemana?
“menuju ke retak” katamu

lalu aku dibawanya dalam keadaan meringkuk
semakin dekat ke retak, semakin meremuk

 

Pijar Kalam

27 Oktober 2011

Read Full Post »

Rutinitas saya tiap pagi kalau hari kerja itu berangkat kerja sekalian nganterin Ibu ke kantor juga. Dan beberapa hari belakangan di samping jalan yang biasanya saya lewatin dipasang spanduk yang isinya quotes dari anonim. Memang di tingkat RW sepertinya sedang ada himbauan untuk membaguskan lingkungannya masing-masing. Maka jadi banyak pot-pot tanaman disepanjang jalan. Banyak spanduk yang berisi kata-kata mutiara untuk menyebarkan semangat positif.

Setiap lewat jalan tersebut, ibu saya selalu membaca spanduk tersebut. Namun karena diatas motor, jadinya beliau membacanya hanya sekilas. Lagipula quotes dalam spanduk itu bermain kata-kata yang dibolak-balik sehingga ibu saya pun perlu beberapa kali lewat di jalan itu untuk menghafalkannya. Kata-kata dari spanduk itu adalah :

“Memang baik menjadi orang penting.

Namun, lebih penting lagi menjadi orang baik.

RW 16″

Kata-kata diatas memang sarat makna. Dan pagi ini beliau akhirnya bisa menghafalnya setelah hampir seminggu melewati jalan tersebut. Haha, quotes tersebut memang cukup pintar dalam memainkan objek dan subjek suatu kalimat. Sampai-sampai butuh waktu lama untuk mengingatnya. Jadi, penting mana? menjadi baik apa penting? Baik mana? menjadi penting apa baik? haha, bingung kan…    🙂

Read Full Post »

Saat diatas, saat dibawah

Terkadang hidup ini hadir kepada kita dalam berbagai cara yang berbeda-beda. Kemarin bisa jadi ada hal-hal yang membahagiakan, prestasi yang membanggakan, nilai kuliah yang bagus, gaji yang besar, kesehatan fisik, dan banyak lagi hal yang membahagiakan lainnya. Dan besoknya hal-hal yang membuat kesedihan dan kemalangan mungkin saja terjadi, tertimpa sakit dan musibah, dapat celaan dari orang lain, tugas kuliah bertumpuk-tumpuk, kerjaan banyak yang terbengkalai, dan lain-lain.

Saya sendiri pun sering merasakannya, kecenderungan kita saat kehidupan ini terasa dilimpahi dengan keberuntungan, kekuatan dan kemapanan. Tiba-tiba hati ini jadi rentan terhadap kesombongan. Hati ini tiba-tiba menunjukan keangkuhannya, sulit dikendalikan menuju kerendah-hatian. Dan ketika hari-hari ditimpa musibah dan kemalangan, ditimpa dengan kesialan-kesialan. Tiba-tiba hati ini menjadi rapuh dan rendah diri, hati ini menemukan kegelisahan dan perasaan minder. 

Saya pun bertanya-tanya. Bagaimana cara menyikapi hal ini? bagaimana cara menyikapi kehidupan yang berubah-rubah dan hati ini tetap kepada jalan Rabbnya. Tetap tenang dan tegar apapun yang terjadi saat ini dan yang akan menghadang di depan.

Saya pun teringat terhadap 2 ayat alQuran yang mampu menjadi obat bagi masalah ini. Pertama kali mendengar kajian tentang ayat ini saya dapat dari kajian Daruut Tauhid Bandung. Ayat tersebut ada pada surat Al-Hadid (57) ayat 22-23

57:22. Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhmahfudz) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.

57:23. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri

Read Full Post »

dalam hidup

pada senja remang

ada sebongkah gamang

dilabuhkan dari dermaga kecil

ia pergi berupa angin

namun sesaat kembali lagi jadi ombak

 

14 Oktober 2011
Pijar Kalam

Read Full Post »

di etalase kaca

Untuk Ibuku, Djasmi Nuryati

saat aku keluar rumah

sepanjang jalan terdapat etalase kaca

etalase itu tersusun memanjang sepanjang trotoar

berkilau-kilau saat tersiram cahaya

di dalamnya berjajar dengan rapih kenangan-kenangan

penuh dengan beragam corak dan warna

pernah sekali kudekati etalase itu

dari kejauhan muncul seorang perempuan muda yang mendekat

ku tanya, “ada apa dengan kenangan-kenangan ini?”

wanita itu dengan senyum menjawab, “kenangan – kenangan ini untuk dijual,

dijual untuk dihapus.”

(more…)

Read Full Post »

Older Posts »