Feeds:
Posts
Comments

Archive for November, 2011

dulu, guruku SD sarapan dengan roti
makan siang dengan Indomie
di tepi usia yang hampir usai
mengajar hal-hal yang tak pernah selesai

sebuah vespa tua di bawah pohon jambu
maka disitu pula sering kau parkirkan ragu
sebelum memasuki kelas kami, apakah semua ini perlu?
mengajar anak-anak ingusan dengan upah sendu

pada suatu entah pernah kau layangkan pertanyaan
meresap dalam ruang benak yang sering kusinggahi sejenak
endapan kenangan ternyata membening selama diperam waktu
bermertamorfosis menjadi mozaik-mozaik luas melangit

sebuah pertanyaan, “apa cita-cita kalian anak-anak?”
maka dengungan cahaya-cahaya impian berputar-putar dalam kelas
jelas terdengar, “dokter!” “pilot!” “tentara!” “presiden!”
saksama sekali kausimak dan semakna juga tak kau dengar
daun-daun pecah menjadi api sebelum menyentuh tanah
ah, semesta lirih mendengar bisik hatimu,
“cita-cita muridku: tidak ada menjadi guru”

sekarang rambutmu telah berwarna perak
seperti mahkota perak lambang kehormatan dan kebersahajaan
suara serak itu terdengar sampai selasar surga
perjuangan yang membuat semua sukma tergerak juga

boleh jadi kau pahlawan tanpa tanda jasa
maka izinkan kusematkan tanda puisi di dadamu
sebab ruh dari puisi ini, kauisi

Jakarta, Hari Guru, 25 November 2011
Pijar Kalam

Read Full Post »

Retweet!

Hari ini ada yang cukup menarik. Walau sebenernya ngga menarik-menarik banget sih. Tapi ini agak menarik bagi gue. Heem, penasaran kan… Gue cuma mau cerita, bahwa tweet gue di retweet sama @DenyCagur… hahaha *penting ngga sih* *tutup tab browser*. Ya jarang-jarang kan bisa begitu. Terserah deh ini postingan yang ga penting atau apa pun menurut kalian. Gue cuma ingin bercerita hal menarik yang gue alamin hari ini. Buat kalian para penganut asas NO PICT = HOAX.. Ok, sabar-sabar… Ini dia printscreennya.

Gitu aja ceritanya, sekarang juga udah malem. Selamat istirahat 🙂

Read Full Post »

Sebenernya sudah banyak yang mengemukakan hal seperti judul diatas. Mulai dari mereka yang masih terjun ke bisnis IT maupun yang sudah banting setir ke lini bisnis yang lain yang masih dekat dengan kata digital dan internet.

Seminggu kemarin kelas saya didatangi oleh dosen tamu yang telah malang melintang di dunia e-commerce. Beliau salah satu dari founder www.gantibaju.com. Sebuah website e-commerce di bidang clothing namum memberikan mekanisme design yang unik. Design kaos-kaos yang berada pada web ini didatangkan dari para designer Indonesia yang meng-uploadkan karya mereka ke web tersebut. Web tersebut secara rutin mengadakan event-event lomba design yang awardnya adalah dipampangnya design mereka pada kaos yang akan diproduksi dalam jumlah terbatas, uang tunai, dan royalti sebesar 10% dari hasil penjualan. Yang menariknya lagi, design-design dari kaos tersebut harus bernuansakan dengan nasionalisme. Beliau bernama Aria Rajasa Masna (@rajasa).

Dia menceritakan pengalamannya dalam membangun bisnis. Salah satunya adalah bisnis yang “core bussiness”-nya IT. Namun setelah kurang lebih setahun berjalan, akhirnya gagal juga. Akhirnya dia beralih ke industri kreatif dan e-commerce. Dan hasilnya adalah site http://www.gantibaju.com tersebut sebagai Pemenang International Young Creative Enterpreneur (IYCE) 2011.

Di Indonesia cukup banyak perusahaan-perusahaan IT dengan skala kecil sampai dengan menengah. Namun yang benar-benar besar dan bercita rasa Indonesia jarang ditemui. Ditempat saya bekerja sekarang pun sekarang demikian. Kira-kira kenapa ya IT company di Indonesia jarang ada yang benar-benar besar seperti di Tokyo atau Silicon Valley. Kebanyakan bertebaran dalam lini-lini yang kecil. Jika saya boleh berpendapat sebagai orang awam mungkin point-pointnya adalah:

1. Tidak berfokus pada pengembangan produk. Ya, kebanyakan IT company di Indonesia adalah konsultan yang menyediakan jasa pengembangan teknologi pada client yang artinya hanya penyedia jasa. Produk teknologi yang dihasilkan sifatnya eksklusif untuk client tersebut. Sekali develop, sekali mengucur dana, setelah itu selesai. Tidak ada proses duplikasi profit disini. Saya ambil pembanding aplikasi ERP SAP. Perusahaan cukup membuat satu produk yang “serius” yang di maintenance secara terus-menerus. Client/konsumen dari mana saja pun bisa memakai aplikasi yang sama tanpa harus develop ulang. Ya, memang untuk membuat produk tidaklah mudah. Harus ada dana besar di awal untuk R&D serta uji pasar.

2. SDM yang minim (kuantitas maupun kualitas). Banyak universitas/tempat pendidikan yang bergenre “Teknologi”. Namun anehnya cukup sulit untuk mencari SDM yang sesuai dengan requirement industri saat ini. Kalau pun ada, dari segi skill dan attitude dipertanyakan. (statement ini membuat saya berkaca terhadap diri sendiri..hehe )

3. Menjadi ilmuwan adalah cara buruk dalam mencari uang (hal khusus di Indonesia). Pemicu terbesar dalam inovasi teknologi adalah hadirnya para ilmuwan-ilmuwan yang terus bekerja siang dan malam untuk wajah dunia yang lebih baik. Para ilmuwan tersebut mendermakan seluruh hidupnya untuk hal tersebut, sehingga hal logis jika mereka didanai besar untuk object penelitiannya (dalam hal ini pemerintah harus berperan). Di Novel Dan Brown yang Deception Point pun disebutkan bahwa organisasi luar angkasa NASA adalah organisasi yang boros dalam membebani APBN Amerika. Bagaimana dengan Indonesia? heeem.. Banyak para rocket-scientist kebanggaan tersebut yang minggat dari sini untuk membangun karir dan melakukan penelitian di luar.

Saya cukupkan sampai 3 point diatas, walau sebenarnya masih banyak lagi yang lainnya. Dan yang terpenting sekarang, sebagai seorang praktisi teknologi mari kita sama-sama mencari solusinya. Demi wajah bumi pertiwi yang lebih baik dan sejajar di mata bangsa-bangsa lain. Untuk point diatas, ada yang mau menambahkan???

ref: teknoloegue.blogspot.com

Read Full Post »

sajak seberkas siang

laba-laba akan membuat sarang di dada para pengecut

sedangkan sengatnya dijadikan campuran kopi pagi oleh para pemberani

raga adalah cawan yang hendak mengkerdilkan samudera jiwamu!

luapkan; banjirkan; badaikan

 

Read Full Post »

Pesan Rendra

harus tekun untuk menghayati sesuatu yang dari batin.

biarkan gagasan turun ke kalbu, dihayati di kalbu.

baru kemudian kalau bertemu dengan naluri, diekspresikan.

tapi jangan mensyairkan gagasan saja.

buah pikiran harus turun dulu ke kalbu sebelum kemudian bertemu dengan gairah naluri,

nah setelah itu baru dirayakan!

 

Saya menemukan video ini di wall Mba Helvy Tiana Rosa. Sebuah pesan dari Rendra untuk Faiz. Namun saya rasa, pesan ini juga merupakan pesan bagi mereka semua yang ingin berjuang di jalan puisi.

Read Full Post »

  • pernah kubayangkan rembulan adalah bohlam yang menggantung di langit-langit kamar. semacam temaram yang hendak membasuh waktu yang memar.
  • di memar waktu, bekas terjangan hari-hari. segala nyeri terangkum jadi arti. kita adalah penjahit yang berusaha menenun detik menjadi cantik.
  • jika saja kematian datang dengan permisi. tentu waktu akan menjadi barang yang murah.
  • ah, betapa bersahajanya jangkrik yang rela tinggal di kota. ia rela meninggalkan rerumputan. hinggap di dinding semen.
  • lalu tetap memainkan komposisi harmonis. seakan berkata, “di kota ini, masih ada hal yang membuatmu damai. kami akan menemani sampai malam habis.”
Jakarta, 10 November 2011
Pijar Kalam

Read Full Post »

Baru sadar, playlist yang paling lama bertahan walau dari album-album lama, album barunya masih belum ada kabar. Yang masih sering istiqomah gue dengarkan. Dan gue juga baru sadar, ternyata nama-namanya berawalan dari abjad J semua. Siapa sajakah mereka?

Jason Mraz

John Legend

Jammie Culum

John Mayer

Udah ngga diraguin lagi deh, lagu-lagu penyanyi + composer diatas bukan tipe lagu yang masuk siklus “denger-> satu minggu kemudian bosen -> ngga didenger-denger lagi”. Lagu-lagu doi itu masuk siklus “denger -> satu minggu kemudian masih tetep denger -> masuk playlist terus-terusan”. Mereka semua emang talented, gue suka kagum sama penyanyi yang bisa nyanyi sambil main alat musik mereka dengan piawai. Mana suaranya bagus-bagus pula. Yah, gue ngga bisa panjang lebar untuk kasih komen musikalitasnya, sebab gue hanyalah #newbie dalam musik yang menyukai karya-karya mereka.

Buat kalian yang udah tahu dan suka karya mereka, berarti kita sehati. Buat elo yang belum tahu, silahkan cari tahu. Gue rekomendasiin lagu-lagu mereka untuk menuh-menuhin playlist lo semua…

Read Full Post »

Older Posts »