Feeds:
Posts
Comments

Archive for March, 2012

– sebermula adalah kata. baru perjalanan dari kota ke kota. begitukah caramu Tuan Sapardi? memperingati kelahiran usia.

– engkau pelukis benak, Sapardi. puisimu menjelma diorama dalam tabung kaca. penuh dengan ornamen kerinduan maupun kepedihan.

– aku ingin lihat gambar di kartu pos yg kau kirim ke istrimu itu. langit yg batasnya entah. tempat kerinduan hinggap membetah.

******

Hari ini melihat akun @sajak_cinta. Dari situ baru tahulah saya bahwa hari ini adalah hari jadi salah satu penyair besar yang dimiliki bangsa ini. Pemilik sajak “Aku Ingin” ini genap berumur 72 tahun (Lahir: 20 Maret 1940). Diatas adalah sajak-sajak sederhana yang saya persembahkan buat beliau. Sajak yang terakhir sempat di retweet oleh akun @sajak_cinta 😀

Sekali lagi, selamat hari jadi untuk Pak Sapardi.

Advertisements

Read Full Post »

Kawan, pagi tadi ada hal menarik yang diceritakan oleh ibuku. Ibuku menawarkan apakah aku ingin mendengarkan ceritanya, seakan cerita yang akan diceritakannya itu adalah sesuatu yang tidak sembarangan orang bisa mendengarkannya. Seperti menyimpan barang berharga di dalam kotak, kemudian menawarkan pada orang-orang terdekatnya, “anda mau lihat isinya atau tidak?”. Kupikir ini adalah sesuatu yang sangat layak untuk didengar, sesuatu yang pantas untuk dihayati. Maka pada kesempatan itu pula, tanpa ragu aku menjawab, “iya Bu, aku mau dengar.”

(more…)

Read Full Post »

Pagi ini saya jadi ingin mengangkat satu topik yang bisa jadi hal tersebut menjadi sebab sulitnya ilmu masuk kedalam hati dan pikiran kita. Hal tersebut adalah tentang bagaimana kita menyikapi ilmu pengetahuan yang sedang kita pelajari. Bahwasanya kecondongan jiwa ini terhadap hal-hal yang kita rasa telah ketahui adalah menutup mata dan telinga daripadanya. Rasa telah “paham” mendorong kita untuk tidak menyimak apa yang sedang diutarakan oleh orang lain. Belum lagi sering menimbang-nimbang siapa yang sedang berbicara, jika yang berbicara lebih muda umurnya atau dianggap tidak kompeten, walau yang sedang dibicarakannya adalah kebaikan dan kebenaran, kita enggan untuk mendengarkannya. Kecondongan jiwa yang seperti ini lebih dekat dengan kesombongan.

(more…)

Read Full Post »