Feeds:
Posts
Comments

Archive for May, 2012

gadis ilalang

pagi ini seorang gadis berdiri di padang ilalang.

disana rerumputan jumlahnya tak terbilang.

seperti harapan yang tak kunjung hilang.

*

angin bergantian menghembuskan aroma tanah,

berdesir-desir.

maka hiruplah ia; berdesakan dalam dada

semangat yang tak mudah menyingkir.

Advertisements

Read Full Post »

cahaya ruang angkasa yang sampai pada matamu

adalah ruh penghabisan dari berkas-berkas terang bintang mati.

langit malam selalu hadir dalam kisah masa lalu.

ia adalah hikayat bangsa kunang-kunang.

ia adalah roman tentang kenang-kenang.

maka perhatikanlah,

pada bintang mati itu cahaya tak bertuan.

ia seperti nama baik bagi seseorang yg telah mangkat.

mengabadi dalam ingatan.


Jakarta, 22 Mei 2012

Pijar Kalam

Read Full Post »

Siapa yang tidak mengenal Andrea Hirata? Setelah sukses dengan novel tetralogi “Laskar Pelangi”. Kemudian karya dwiloginya yang berjudul “Padang Bulan” dan “Cinta dalam Gelas”. Semua dari judul yang telah disebutkan sebelumnya itu telah saya baca hingga lunas. Dan karya yang terakhir kali saya baca adalah novel tentang sepakbola yang berjudul “Sebelas Patriot”.

Hal pertama yang saya tangkap dari novel ini adalah ini buku yang cukup tipis untuk sebuah novel, terutama buku yang pernah ditulis oleh Andrea Hirata. Namun dari tipisnya buku tersebut terlihat perubahan yang sangat baik, judul dari bab ke babnya menjadi apik dan tertata secara rapih. Alur cerita menjadi kuat, tiap bab menyampaikan gagasannya sendiri-sendiri secara baik.

Hal ini menjadi daya tarik tersendiri, seperti permainan sepakbola, Andrea Hirata terlihat taktis dalam memainkan kata-katanya pada novel ini. Benar saja, dari laman internet yang saya baca, “Pria lajang ini mengaku tak tertarik lagi pada keindahan kata namun tak memberi dampak. Ia kini lebih memilih menulis dengan gagasan yang menggerakkan.”

Ceritanya mengharukan dan menggetarkan, saya menyarankan untuk membacanya 🙂

Untuk referensi lebih lengkap disini

Read Full Post »

futsal time…

Entah, siapa yang menemukan permainan menendang kulit bundar yang kegandrungannya tak pernah surut itu. Permainan itu bahkan oleh sebagian orang telah masuk ke ranah kepercayaan. Dimana para pendukungnya bisa terjebak kepada fanatisme. Dan minggu kemarin saya pun berkesempatan untuk mencoba permainan itu lagi (sudah tidak mencobanya dalam waktu yang sangat laamaaa sekali).

Saya tergolong orang yang kurang begitu gandrung dengan bola. Makanya suka mati kutu kalau ada orang yang lagi ngobrol tentang bola. Dan saya berpikir, obrolan bola telah menjadi hal mainstream yang sering dijadikan pembukaan dalam sebuah perbincangan. Terutama perbincangan terhadap orang yang baru dikenal. Dari segi meningkatkan communication skill, mau tidak mau sepertinya saya harus mengupdate informasi tentang olahraga yang satu ini.

Dalam hal memainkannya pun saya kurang pandai, tapi secara keseluruhan saya menyukai saat bermainnya. Efek fun yang dihasilkan sangat luar biasa. Saya harap, ada yang bisa rutin mengajak untuk main. Terutama untuk membakar kalori yang telah lama mengendap di perut ini.. hehe..  Berikut foto-foto dari hasil permainan kemarin.

dari kiri ke kanan bagian depan (Irga, Reza, Hilmi, Saya, Tejot)

dari kiri ke kanan bagian belakang (Fadli, Kebo, Iqbal, Deny)

Inilah foto kemarin main bareng temen-temen SMP. Alumni SMP N 35 Condet Raya. haha. Anak Condet, sukses buat kalian semua!

Read Full Post »

dalam hidup ini ada hal-hal yang menghilang sebelum benar-benar pernah ditemukan.

bintang-bintang yang padam sebelum astronom sempat beri nama.

aurora yang mengabur di kutub paling belantara.

mutiara melayang-layang kepedalaman palung Mariana.

papirus memuat sajak tua melapuk sebelum diejawantahkan.

rakyat yang keburu mati sebelum dimakmurkan oleh pemimpinnya.

pemimpin yang lengser sebelum dicintai rakyatnya.

anggrek-anggrek hutan melayu tak sempat terjamah.

seorang bayi yatim mendamba wajah ibunya.

hujan lenyap di atas langit Sahara.

kasih tak sampai hingga kesempatan tak lagi memiliki celah.

kemudian, di dalam hidup ini ada hal-hal yang ditemukan setelah hampir menghilang;

iman ditemukan ketika ruh telah menggumpal tenggorokan.

Jakarta, 8 Mei 2012

Pijar Kalam

Read Full Post »

Sungguh lama saya tidak menambah isi blog ini. Kali ini bukan masalah waktu yang menjadi halangannya, namun lebih kepada alasan-alasan personal. Mungkin alasan ini muncul karena beberapa minggu terakhir memiliki kehidupan yang datar, sehingga memang tak ada hal menarik yang bisa dituliskan. Dan kalau mau ditilik-tilik kembali kedataran hidup itu disebabkan oleh hal-hal yang membuat saya harus prihatin, harus bersabar untuk mengencangkan ikat pinggang dan terus menerus menyalakan api harapan, ikhtiar total tak berkesudahan.

Saya pun berpikir, sama seperti piramida Maslow yang menceritakan tingkat kebutuhan manusia. Keprihatinan pun memiliki skala. Pada tahap ini keprihatinan personal ada pada tahap paling dasar. Kemampuan kita dalam menghayati kehidupan diri sendiri, kemudian bertindak arif dan tidak boros demi target-target pribadi yang kita canangkan.

Image

Keprihatinan harus tetap ada walau kita sebagai pribadi telah mencapai sebuah kondisi yang ideal, disini skala keprihatinan mengambil perannya. Keprihatinan kita luaskan kepada kondisi keluarga, tentangga, bangsa hingga kondisi yang lebih luas lagi. Kalau mau jujur, dalam hidup ini tak ada kondisi yang benar-benar ideal. Semua serba turun naik, silih berganti kesedihan dan kebahagian datang.  Maka keprihatinan itu harus tetap ada walau seideal apapun kondisi pribadi.

RABBANA ATINA MIL LADUNKA RAHMATAW, WA HAYYI’ LANA MIN AMRINA RASYADA.
( “WAHAI TUHAN KAMI, BERIKANLAH RAHMAT KEPADA KAMI DARI SISI-MU DAN SEMPURNAKANLAH BAGI KAMI PETUNJUK YANG LURUS DALAM URUSAN KAMI (INI).”

LA ILAHA ILLA ANTA SUBHANAKA INNI KUNTU MINAZZALIMIN

Read Full Post »