Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Uncategorized’ Category

Al-Hambra

Saya biasanya suka menyebar buku-buku yang belum dibaca di penjuru rumah. Ada yang disamping tempat tidur, di ruang tamu, di ruang tengah. Dengan maksud buku-buku tersebut dijadikan selingan di sudut manapun saya berada dalam rumah. Jadi jika ada waktu untuk bengong, saat itulah saya meraih buku dalam jangkauan terdekat. Membaca beberapa judul sekaligus juga merupakan cara saya mengatasi kebosanan dalam membaca, untuk variasi biasanya genrenya pun saya bedakan, fiksi dan non fiksi.

Saat ini sedang membaca novel “99 cahaya di eropa”. Karya dari Hanum Rais beserta suami. Buku yang menceritakan peninggalan kejayaan islam yang masih tertinggal di eropa. Betapa terdapat sebuah kontradiksi, cahaya ilmu pengetahuan muncul ketika eropa meninggalkan agamanya. Sedangkan di bumi bagian timur cahaya ilmu pengetahuan muncul ketika masyarakat termotivasi oleh nilai-nilai Islam yang kaffah.

Tidak heran jika eropa saat ini banyak yang agnostik (percaya ada kekuatan maha besar dalam dunia ini, namun antipati terhadap agama). Sehingga bermuara pada pandangan sekular dan liberal. Mendikotomisasikan peran agama dan negara. Agama tidak boleh ikut serta pada urusan sosial, budaya, ekonomi, hukum, pertahanan dan keamanan.

Namun sisa fakta sejarah di Cordoba dan Andalusia berkata lain. Karena dimotivasi oleh nilai-nilai agama lah (baca: islam) suatu citizen mampu mengkonstruksi peradaban dengan norma-norma luhur sehingga terciptanya masyarakat yang adil, damai, toleran, sejahtera, dan bersemangat dalam ilmu pengetahuan.

Istana Al-Hambra, dengan segala kemegahan arsitekturnya keindahan seni kaligrafinya menjadi saksi bisu terhadap betapa majunya peradaban saat itu. Namun  seperti yang kawan saya pernah katakan, “Umat terdahulu telah memperjuangkan apa yang mereka perjuangkan dahulu dan mereka juga telah menuai hasilnya. Itu tetap menjadi amal mereka. Sedangkan umat sekarang harus memperjuangkan amal mereka sendiri” . Saya menangkap pesannya, bahwa kejayaan tidak serta merta terulang dengan terus menerus mengenang romantika masa lalu tanpa diambil tindakan nyata pada konteks kekinian.

Ya, suatu saat semoga saya bisa kesana, Al-Hambra. Sekedar menapak tilas hasil kerja umat terdahulu. Mengambil saripati hikmahnya. Kemudian melanjutkan estafet warisan peradaban.

Advertisements

Read Full Post »

Ceritanya om saya menemukan sepenggal sejarah tentang desanya di internet. Jarang sekali ada literatur yang mengungkapkan sedemikian rinci tentang desa para orang tua kami dahulu. Mengingat cerita yang tersampaikan hanya berupa tacit knowledge, dari mulut ke mulut. Tidak terdokumentasikan, hanya mengandalkan memori otak saja.

Hal tersebut cukup menjadi perbincangan hangat saat keluarga besar kami berkumpul. Saya sendiri sangat minim pengetahuan tentang sejarah desa kakek nenek saya tersebut. Menyenangkan mengetahui hal-hal yang sebelumnya tidak kita ketahui. Berikut URLnya.

Read Full Post »

Tester Sushi Bar

Ceritanya hari ini pura – pura jadi tester sushi. Nama tempat makannya Sushi Bar, opening soon di lantai dua FX Senayan. Enaaaak. Tapi ya itu, dikit. 😐

Image

Ini gue lupa namanya, tapi dari kerang pake bumbu gitu. Rasanya lembut, manis, gak amis, trus bumbunya gurih.

Image

Nah, kalo yang ini namanya Caviar Roll apa gitu. Sushi isi udang, trus ditaburin sama caviar, telur ikan yang termashur itu. Sensasi awal gigit caviarnya kenyal-kenyal, gurih. Terus diredam sama nasi gulung sushi yang padat, kemudian beradu padu dengan udang renyah yang segar. Seperti seorang anak kecil yang disuruh berhenti bermain sebentar, ada raut muka kekecewaan si anak kecil, kemudian disuruh main lagi sepuasnya. Si anak girang bukan main. Begitu kira – kira sensasinya.

Sekian. Selamat menutup hari. Salam. 🙂

Read Full Post »

ahad pagi

Ketika saya menulis ini, subuh masih mengukung langit dengan kesejukan yang menyambar sampai ke balik rongga dada. Terjaga sedari jam satu malam. Dalam benak bergentayangan segala hal yang baru muncul ketika sepi menyelimuti. Tentang hidup, umur, waktu, masa lalu, masa depan, kesia-siaan yang sudah terlewat, segala harapan yang menggantung di langit – langit kamar.

Kesalahan di masa lalu seringkali mengubah cara pandang kita untuk selamanya. Menubah cara pandang dalam melangkahkan kaki ke masa depan. Nasihat “jangan jatuh ke lubang yang sama dua kali” pasti terucap dari orang yang sudah melakukan kesalahan, kemudian menyesal, kemudian melakukan kesalahan lagi, kemudian timbulah penyesalan yang lebih dalam dari yang pertama.

Empati, untuk mengetahui perasaan orang – orang yang lapar kita juga harus mencoba rasanya lapar. Sehingga timbul common feeling bahwa “lapar itu tidak enak, saya gak mau orang – orang di sekitar saya kelaparan”. Untuk orang – orang yang pernah terluka dalam hidupnya. I know that feel bro! Setidaknya sudah ada common feeling bahwa kita tidak akan menyakiti orang lain karena kita sudah tahu rasanya gak enak.

Bangun dan sadar terasa lebih menyenangkan daripada tidur. Terutama ketika saya sadar, banyak hal-hal yang terlewat dalam hidup ini banyak hal-hal yang diinginkan di masa yang akan datang, sedangkan batas umur kita sudah bisa mengira-ngira. 70 tahun masih bisa bernafas sudah syukur alhamdulillah.

Ya sudah, selamat beraktifitas di hari ahad. Setiap detik hidup anda begitu berharga!

Salam.

 

 

 

Read Full Post »

hashtag #newthingsiknow ingin saya pakai buat menceritakan hal-hal yang baru saja saya ketahui. Hal-hal baru selalu saja membawa warna baru, pengalaman baru dan keceriaan yang baru. Maka sangat disayangkan jika tidak terdokumentasikan dan terlewatkan begitu saja.

Kemarin sabtu ada wisuda di UI. Akses jalan Pocin yang nembus ke arah margonda ditutup. Akhirnya dicobalah cari jalan lain yang tidak biasa saya lewati. Kami cari jalan ke arah Politeknik Negeri Jakarta. Disana ada akses jalan setapak yang muat untuk 2 motor. Cukup, namun tidak terlalu lebar. Jadi harus berhati-hati agar tidak terperosok. Mengingat jalannya juga berkelak-kelok.

Singkat cerita, di ujung jalan. Kami tidak tahu kemana harus melangkah. Berbekal intuisi kami menelusuri jalan dengan harapan bertemu jalan Margonda Raya.

Image

Sampailah di Jalan Arif Rahman Hakim. Pertigaan yang dekat dengan ITC Depok. Image

#newthingsiknow hari ini semoga bermanfaat buat pembaca sekalian. 🙂

 

 

 

Read Full Post »

ada apa

ada api di dadamu

lalu ada apa di dada api?

di dada api ada tepi paling sepi

ada air di kepalamu

lalu ada apa di kepala air?

di kepala air ada doa-doa mengalir

ada angkasa di tanganmu

lalu ada apa di tangan angkasa?

di tangan angkasa ada bentangan asa

ada embun di matamu

lalu ada apa di mata embun?

di mata embun ada cahaya rimbun

ketika ku tulis ini

masih tak ada siapa

Pijar Kalam

Jakarta,  8 Desember 2011

Read Full Post »

Read Full Post »

Older Posts »